Jilbab.. identik dengan penjaga iman, baik itu iman perempuan pemakai jilbab maupun iman laki-laki yang melihat perempuan itu.. (walaupun aku gak setuju kalau masalah iman laki-laki dibebankan pada wanita dengan wanita harus memakai pakaian sedemikian tertutup).. Jaman dulu kurang lebih 15 tahun yang lalu.. Wanita yang berjilbab dianggap wanita yang benar-benar menjaga dirinya dari marabahaya Seks.. Wah.. Seks tenyata berbahaya.. itu dulu ketika Jilbab belum populer seperti sekarang.. Waktu itu aku masih sekolah SMA dan di kelasku hanya ada 1 orang perempuan yang memakai jilbab. Dan dia perempuan memang anak yang sangat baik..
Sekarang apalagi di Aceh ini yang merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang menerapkan Syariat Islam.. Jilbab merupakan suatu keharusan..Sekali lagi HARUS.. Mau yang rambutnya keriting, Lurus alami, Lurus Hasil Rebonding, Ikal, Agak Keriting, Berwarna Hitam, Merah Ijo, Kuning.. kalau yang namanya wanita dan Muslim HARUS pakai jilbab.. Ada Polisinya lagi.. Namanya Polisi Syariat..Nah Polisi ini yang menentukan mana jilbab yang bener dan mana jilbab yang tidak bener. Termasuk mana pakaian yang pantas di pakai oleh seseorang dan mana pakaian yang tidak pantas dipakai.. (yang aku heran adalah.. polisi syariat yang berjenis kelamin perempuan ternyata pakai celana panjang.. sorry.. agak ketat lagi.. Karena di Aceh mereka jadi satu dengan satpol PP)
Karena kewajiban ini.. ingat lho kewajiban ini karena peraturan di Aceh lho.. Qanun yang mengatur.. bukan soal keimanan seseorang.. Setiap wanita bagaimanapun imannya wajib memakai jilbab.. Sehingga ada sebuah cerita menarik.. seperti dibawah ini..
“” Temanku adalah orang yang suka pergi ke Medan setiap hari Jumat..(karena sabtu libur kerja) Kadang dia naik taksi dan kadang juga naik jumbo (bukan gajah) angkutan umum diatas L300 dibawah minibus. Nah suatu hari Dia pergi ke Medan duduk di sebelahnya seorang perempuan dengan jilbab yang cukup besar.. kalau jaman aku kuliah dulu sering disebut akhwat.. Cuma anehnya dia pakai celana panjang dan berkaos lengan panjang.. Ujung Jilbabnya dia gunakan untuk menutupi wajahnya.. jadi perempuan ini seperti memakai burka / cadar.. Temanku karena menghormati wanita itu berusaha untuk tidak menyentuhkan badannya ke perempuan itu.. Takut tersinggung. Dan nggak ngobrol sepenjang perjalanan. Dan yang aneh adalah.. saat kondektur meminta bayaran dan bertanya turun dimana dia menjawab nanti kalau mau turun baru di kasih tau.. dan akan dibayar saat turun. Kondektur diam saja.
Nah ketika sampai di perbatasan Aceh Medan tepatnya di Halaban Besitang.. Perempuan itu berteriak minta berhenti. Temanku terkejut.. Lho perempuan itu turun disini.. Perempuan itu dengan cepat turun dan membayar ongkos angkutan.. Temanku masih terheran-heran namun dia menyangka kalau perempuan itu barang kali ustadzah atau apa yang sedang berdakwah disini.. Temanku terus memperhatikan perempuan itu.. ketika sampai di bawah sebelum mobil angkutan itu berangkat.. perempuan itu dengan cepat membuka jilbabnya.. rambutnya agak pirang. Dan dia seperti merasa sudah bebas.. dan “SIAP BERTUGAS..”
Akhirnya Para penumpang di angkutan itu sibuk membicarakan perempuan itu.. Ternyata dia adalah perempuan yang sering bertugas malam di komplek besitang termasuk bukit arjuna..
Hahahahaha.. .
Read More..
Tampilkan postingan dengan label Seputar Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Aceh. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Juni 2011
Pelacur Berjilbab
Label:
Heboh,
Jilbab,
Pandangan Minor,
Pelacuran Langsa,
Seputar Aceh,
Seputar Langsa,
Wanita
Sabtu, 25 Juni 2011
Seks Bebas Kota Langsa.. Bener Gak Sih
Pernah dengar ada siswa "Serbu" Alias serba lima ribu.. Woww.. ketika pertama kali dengan istilah itu aku berpikir tentang berbagai jenis barang dengan harga semuanya lima ribu.. Tapi ketika ada embel-embel Siswa SMA Serbu.. aku jadi berpikir tentang hal lain.. dan ternyata benar.. Temanku yang seorang guru di sebuah SMA di Langsa ini mengungkapkan fenomena menarik mengenai perilaku anak-anak SMA yang begitu "kelewatan" untuk ukuran kota kecil seperti Langsa ini dan lagi salah satu kota di Aceh yang terikat dengan norma "SYariat Islam" .. hehehehe..
Yah .. Serbu.. Serba Lima Ribu untuk sebuah "layanan" seorang siswi SMA terhadap teman prianya yang tak lain teman sekolahnya sendiri tentunya.. "Layanan itu bisa dilakukan di WC-WC Sekolah atau tempat tersembunyi lainnya di dekat sekolah.. Terserah mau pakai mulut atau tangan.. Begitu "keluar" Lima Ribu.. Lumayan bisa untuk tambah uang saku sekolah..
Tentu saja Aku tak perlu sebutkan guru yang memberi informasi itu siapa dan sekolah mana itu terjadi.. Toh dari hasil "pencarianku" sebagai pembuktian atas informasi itu juga menemukan hal yang lebih menarik dari itu.. Ternyata sungguh luar biasa... Hampir di setiap sekolah memiliki sesuatu yang khas dari fenomena Seks ini..
Sebuah SMA yang bisa dibilang paling bonafid di Langsa pun ternyata memiliki stok yang cukup banyak. Namun untuk menikmatinya memang harus keluar kocek lebih banyak.. karena sangat jarang bisa di makan di Tempat..
Informasi mengenai hal ini bisa diperoleh dari para supir Taxi yang biasa membawa penumpang ke Medan..Selain Siswi SMA yang mahasiswa tentu juga lebih banyak.. bisa bawa dari Langsa atau ketemu langsung di Medan.. dengan tempat kos yang tentu saja hanya orang-orang tertentu yang tahu..
Wah.. Langsa..
Kedepan akan lebih banyak lagi informasi ..
. Read More..
Yah .. Serbu.. Serba Lima Ribu untuk sebuah "layanan" seorang siswi SMA terhadap teman prianya yang tak lain teman sekolahnya sendiri tentunya.. "Layanan itu bisa dilakukan di WC-WC Sekolah atau tempat tersembunyi lainnya di dekat sekolah.. Terserah mau pakai mulut atau tangan.. Begitu "keluar" Lima Ribu.. Lumayan bisa untuk tambah uang saku sekolah..
Tentu saja Aku tak perlu sebutkan guru yang memberi informasi itu siapa dan sekolah mana itu terjadi.. Toh dari hasil "pencarianku" sebagai pembuktian atas informasi itu juga menemukan hal yang lebih menarik dari itu.. Ternyata sungguh luar biasa... Hampir di setiap sekolah memiliki sesuatu yang khas dari fenomena Seks ini..
Sebuah SMA yang bisa dibilang paling bonafid di Langsa pun ternyata memiliki stok yang cukup banyak. Namun untuk menikmatinya memang harus keluar kocek lebih banyak.. karena sangat jarang bisa di makan di Tempat..
Informasi mengenai hal ini bisa diperoleh dari para supir Taxi yang biasa membawa penumpang ke Medan..Selain Siswi SMA yang mahasiswa tentu juga lebih banyak.. bisa bawa dari Langsa atau ketemu langsung di Medan.. dengan tempat kos yang tentu saja hanya orang-orang tertentu yang tahu..
Wah.. Langsa..
Kedepan akan lebih banyak lagi informasi ..
. Read More..
Label:
Cewek Seksi,
Heboh,
Pelacuran Langsa,
Seputar Aceh,
Seputar Langsa
Minggu, 05 Juni 2011
Hitam Putih Syariat Islam di Aceh
..... Masih ingat kah kasus perkosaan Okmum WH Langsa terhadap Tahanan di Kantor mereka...
Luar biasa biadab memang.. di negeri dimana selalu digembar-gemborkan tentang syariat Islam, ternyata ada oknum yang yang justru diharapkan sebagai penegak syariat malah menodainya dengan tindakan yang sangat biadab.. dan nggak tanggung-tanggung.... 3 orang lagi
Ingat.. pemerkosaan menimbulkan bekas yang tak pernah hilang bagi korbannya..
Kasus itu sendiri sekarang gak tau lagi gimana kelanjutannya..
Beberapa bulan yang lalu di Aceh Besar.. ada perempuan yang mengalami pelecehan ketika dia "ditangkap" warga saat melakukan pemotretan dirumah seorang tukang foto.. dengan lantang mereka berteriak bahwa perempuan dan tukang foto itu melakukan tindakan mesum.. dan saat menangkap... lagi-lagi OKNUM tuhapeut melakukan tindakan pelecehan dengan meremas payudara dan kemaluan perempuan...
Tukang foto dan perempuan itu akhirnya dicambuk tanpa pengadilan yang sempurna karena bukti mengenai 'kejahatan" mereka belum ada.
Syariat Islam...Ah... Read More..
Luar biasa biadab memang.. di negeri dimana selalu digembar-gemborkan tentang syariat Islam, ternyata ada oknum yang yang justru diharapkan sebagai penegak syariat malah menodainya dengan tindakan yang sangat biadab.. dan nggak tanggung-tanggung.... 3 orang lagi
Ingat.. pemerkosaan menimbulkan bekas yang tak pernah hilang bagi korbannya..
Kasus itu sendiri sekarang gak tau lagi gimana kelanjutannya..
Beberapa bulan yang lalu di Aceh Besar.. ada perempuan yang mengalami pelecehan ketika dia "ditangkap" warga saat melakukan pemotretan dirumah seorang tukang foto.. dengan lantang mereka berteriak bahwa perempuan dan tukang foto itu melakukan tindakan mesum.. dan saat menangkap... lagi-lagi OKNUM tuhapeut melakukan tindakan pelecehan dengan meremas payudara dan kemaluan perempuan...
Tukang foto dan perempuan itu akhirnya dicambuk tanpa pengadilan yang sempurna karena bukti mengenai 'kejahatan" mereka belum ada.
Syariat Islam...Ah... Read More..
Label:
Pandangan Minor,
Seputar Aceh,
Seputar Langsa
Jumat, 03 Juni 2011
Kriteria Gubernur Aceh Versi Parnas
BANDA ACEH - Koalisi Partai Nasional (Parnas) Aceh sudah memastikan akan menjuk Calon Gubernur Sendiri pada Pemilukada 14 November 2011 mendatang. Calon Gubernur yang akan diusung nanti sesuai dengan kriteria yang telah disepakati oleh koalisi Parnas.
Adapun kriteria yang sepekati diantaranya: layak jual, bisa dipasarkan, punya kompetensi dan punya dana yang cukup untuk kampanye. "Inilah kiteria Cagup dari Koalisi Parnas," Kata Mawardi Nurdin Ketua Partai Demokrat Aceh kepada The Atjeh Post, Selasa (31/1).
Koalisi Parnas Aceh sudah mengajukan beberapa nama calon Gubernur Aceh untuk bersaing pada Pemilukada 14 November 2011 mendatang. Tapi nama-nama yang sudah masuk ke dalam bursa calon belum diputuskan.
Ketua Partai Demokrat Aceh, Mawardi Nurdin sudah memastikan mengajukan calon gubernur sendiri dari koalisi Parnas.
Sejauh ini sejumlah nama-nama calon Gubernur Aceh sudah muncul, diantaranya pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dicalonkan oleh Partai Aceh.
Nama-nama lain yang muncul ke publik diantaranya, Mawardi Nurdin Walikota Banda Aceh, yang juga ketua Partai Demokrat Aceh.
Selain itu ada juga nama Muhammad Nazar, Wakil Gubernur Aceh, Darni Daud Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Tarmizi Karim bekas Bupati Aceh Utara. Namun belum ada partai yang mengusung mereka untuk maju sebagai Gubernur pada Pilkada nanti.
Sebelumnya Irwandi Yusuf yang sedang menjabat sebagai Gubernur Aceh juga mengaku akan mencalonkan dirinya kembali. Dia mempersiapkan maju melalui jalur independen.[] Read More..
Adapun kriteria yang sepekati diantaranya: layak jual, bisa dipasarkan, punya kompetensi dan punya dana yang cukup untuk kampanye. "Inilah kiteria Cagup dari Koalisi Parnas," Kata Mawardi Nurdin Ketua Partai Demokrat Aceh kepada The Atjeh Post, Selasa (31/1).
Koalisi Parnas Aceh sudah mengajukan beberapa nama calon Gubernur Aceh untuk bersaing pada Pemilukada 14 November 2011 mendatang. Tapi nama-nama yang sudah masuk ke dalam bursa calon belum diputuskan.
Ketua Partai Demokrat Aceh, Mawardi Nurdin sudah memastikan mengajukan calon gubernur sendiri dari koalisi Parnas.
Sejauh ini sejumlah nama-nama calon Gubernur Aceh sudah muncul, diantaranya pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dicalonkan oleh Partai Aceh.
Nama-nama lain yang muncul ke publik diantaranya, Mawardi Nurdin Walikota Banda Aceh, yang juga ketua Partai Demokrat Aceh.
Selain itu ada juga nama Muhammad Nazar, Wakil Gubernur Aceh, Darni Daud Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Tarmizi Karim bekas Bupati Aceh Utara. Namun belum ada partai yang mengusung mereka untuk maju sebagai Gubernur pada Pilkada nanti.
Sebelumnya Irwandi Yusuf yang sedang menjabat sebagai Gubernur Aceh juga mengaku akan mencalonkan dirinya kembali. Dia mempersiapkan maju melalui jalur independen.[] Read More..
Selasa, 31 Mei 2011
Anjing Kau.. (Balapan liar di Tamiang Telan Korban)
Minggu 29 Mei kemarin kecelakaan akibat anjing-anjing bodoh yang sok jagoan dengan balapan liar di lingkungan kantor bupati Atam.. Heri Tewas di tabrak orang-orang yang sok jagoan ini.. ini potret anak muda bodoh.. dengan pemimpin yang bodoh.. bayangkan coba.. Atraksi Ilegal itu dilakukan di Lingkungan Kantor Bupati..
Kurang lebih sebulan yang lalu aku juga sedang lewat di wilayah tamiang... Ada kecelakaan karena ada pengendara kereta yang terlalu pintar naik kereta yang tak pernah gunakan rem..Bayangkan saja dia ngebut keluar melalui jalan di samping kantor bupati.. padahal sudah dekat dengan simpang tiga.. dia masih ngebut.. akhirnya seorang pengendara sepeda motor di tabrak.. menurut perkiraanku kalau tidak nabrak orang maka dia akan nabrak toko depan kantor bupati itu..
Gila memang... kecelakaan di Aceh ini tinggi karena perilaku sok jagoan anak mudanya.. naik kereta merasa sudah jago.. sok seperti Rossi.. padahal dalam event-event balap sepeda motor Aceh ini belum punya prestasi apa-apa...
Ingat.. jalan itu ada aturannya.. belok harus ngasih sign.., jalan kota tidak boleh lebih 40km/jam.. Kereta pakai spion,... naik kereta pakai helm...
Kebanyakan orang bikin SIM tembak kali.. Read More..
Kurang lebih sebulan yang lalu aku juga sedang lewat di wilayah tamiang... Ada kecelakaan karena ada pengendara kereta yang terlalu pintar naik kereta yang tak pernah gunakan rem..Bayangkan saja dia ngebut keluar melalui jalan di samping kantor bupati.. padahal sudah dekat dengan simpang tiga.. dia masih ngebut.. akhirnya seorang pengendara sepeda motor di tabrak.. menurut perkiraanku kalau tidak nabrak orang maka dia akan nabrak toko depan kantor bupati itu..
Gila memang... kecelakaan di Aceh ini tinggi karena perilaku sok jagoan anak mudanya.. naik kereta merasa sudah jago.. sok seperti Rossi.. padahal dalam event-event balap sepeda motor Aceh ini belum punya prestasi apa-apa...
Ingat.. jalan itu ada aturannya.. belok harus ngasih sign.., jalan kota tidak boleh lebih 40km/jam.. Kereta pakai spion,... naik kereta pakai helm...
Kebanyakan orang bikin SIM tembak kali.. Read More..
Siapa Walikota Langsa Yang Paling Cocok
Siapa yang paling cocok memimpin Langsa ke depan gan.. Apa akan kita serahkan ke Zulkifli Zainon yang kita tak tahu apa prestasinya. Jangankan prestasinya.. Selama memimpin apa yang pernah dia lakukan untuk menyejahterakan rakyat Langsa. Bukankah Rakyat Langsa selama ini bisa makan karena kerja keras mereka. Dukungan apa yang diberikan pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan Rakyat Langsa. Bukankah selama ini Walikota dan antek-anteknya selalu berusaha menyuapi orang-orang tertentu saja yang dia anggap “berkontribusi” saat dia menjagokan diri.. Ah Zulkifli Zainon.. Sekolah dulu kau ke bali sana ada pemimpin yang bagus, atau sekolah ke Solo tu walikotanya bagus pinter dan lagi tidak korup.
Atau kita pilih Zulham... kita belum tahu apa yang akan dia lakukan kalau dia memimpin Langsa. Dulu dia kalah sebelum bertanding karena faktor “keislamannya” yang kurang. Dia mengandalkan kekayaannya uantuk menjagokan dirinya menjadi walikota Langsa. Dulu pernah mencolankan gagal sekarang diulangi lagi.. Pak motivasi bapak sebenarnya apa sih..? ngapain kog ngotot sekali ingin jadi Walikota Langsa. Bapak memang punya uang tapi pak kami tidak begitu mudah menjual kemerdekaan kami hanya untuk 100ribu. Bapak kaya, untuk mengabdikan diri bagi kesejahteraan rakyat nggak perlu menjadi pemimpin pak.. belajarlah dari pak Yusuf Kala... dia nggal perlu dilingkaran kekuasaan untuk berbakti pada negeri ini. Bahkan namanya semakin harum ketika dia di organisasi sosial dan mengabdikan diri bagi negeri..
Ada calon lain... Jauhari.. Pengusaha lokal yang katanya akan ikut berkiprah dalam pemilihan walikota Langsa. Dia juga aktif di Nasdem organisasi sosial bikinan tokoh media dari Aceh.. Surya Paloh.. inilah penyakit orang Indonesia. Dia kalah saat pemilihan ketua Golkar trus dia membuat organisasi Nasdem bersama raja Jogya.... Jauhari menjadi salah satu ketua di Langsa.. dengan baliho besar dia pasang photo dia bersama dua tokoh itu.. Ah Jauhari kenapa kau pilih kendaraan itu... kalau aku baca Nasdem adalah organisasi sosial yang memiliki tujuan yang sangat mulia.. tapi apa yang pernah Nasdem lakukan dilangsa.. Jauhari menjadi ketua Nasdem apakah bener-benar ingin mengabdi ke Masyarakat.. kenapa harus menjadi Walikota.. bukankah Nasdem sudah cukup untuk mengabdi.. buktikan dulu melalui Nasdem yang kaupimpin baru kalau rakyat menghendaki kau menjadi walikota.. majulah kau menjadi walikota.. Jangan hanya kau gunakan Nasdem sebagai alat promosi..
Adalagi ni gan.. Toke Suum.. Usman Abdullah.. Ah ini lagi.. pasca MoU perasaan kelompok inilah yang merasa paling berkuasa.. Banyak orang dari kelompok ini yang jadi kontraktor.. semua proyek pemerintah terutama yang berbentuk fisik kelompok mereka yang harus mengerjakan.. Makanya kalau Toke ini yang memimpin.. kayaknya sama aja.. pembangunan bukan untuk rakyat, tapi untuk mengisi pundi-pundi para pengikutnya.. Kekmana..
Ah negeri ini.. negeri para koruptor..
Sudahlah...
Read More..
Senin, 30 Mei 2011
Soal Panwaslu, DPRA Tunggu Qanun
BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) akan menunggu selesainya pengesahan Qanun Pemilukada Aceh untuk membentuk panitia pengawas Pemilu (Panwaslu). DPRA menyatakan tetap berpatokan pada Undang-udang Pemerintah Aceh (UUPA), dalam menyelesaikan aturan terkait Pemilukada Aceh.
Ketua Komisi A DPRA, Adnan Beuransyah menyebutkan, meskipun KIP telah menetapkan jadwal Pimilukada akan digelar pada 14 November 2011, namun DPRA akan berpatokan pada Undang-undang Pemerintah Aceh.
Seharusnya, kata Adnan, KIP menunggu surat pemberitahuan dari DPRA tentang berakhirnya masa jabatan Gubernur, sebelum menetapkan tahapan Pemilukada. Masa jabatan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh berakhir pada 8 Februari 2012.
Menurutnya, DPRA baru akan mengeluarkan surat itu setelah Qanun Pemilukada selesai digarap. Pembentukan Panwaslu yang bertugas mengawasi jalannya tahapan Pemilukada juga akan dilakukan setelah Qanun kelar.
"Semua tahapan harus dijalankan sesuai dengan UUPA sebagai kekhususan Aceh. KIP tidak bisa menjalankannya sendiri," kata Adnan Beuransyah, saat dihubungi The Atjeh Post, Senin (30/5).
Menurut Adnan, Qanun Pemilukada hampir selesai dibahas di tingkat panitia khusus. Rencananya pertengahan bulan Juni, Qanun itu akan dibahas dalam rapat paripurna dewan, sebelum akhirnya disahkan. "Dalam menjalankan semuanya kita tetap berpatokan terhadap UUPA, jadi kita tidak ingin terburu-buru," ujarnya.
Dia mengaku tidak khawatir tahapan Pemilukada akan terganggu dengan belum dibentuknya Panwaslu. Lagi pula, kata Adnan, berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masih tujuh bulan lagi.
Sebelumnya Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Hukum, M Jaffar khawatir tahapan Pemilukada Aceh akan terganggu karena hingga kini Panwaslu belum dibentuk. Jika terus berlarut, tak ada lembaga yang dapat mengawasi kemungkinan terjadinya kecurangan, dan hasil pilkada pun rawan secara politik dan hukum.
"Keberadaan Panwas sangat diperlukan sejak proses tahapan pilkada ditetapkan, seperti mengawasi penggalangan dukungan oleh calon independen," katanya Kamis pekan lalu.
Pemerintah Aceh, kata Jafar, sudah mengonsultasikan persoalan ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bawaslu pun sudah mengirimkan surat kepada DPR Aceh. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari DPR Aceh atas surat Banwaslu tersebut.[] Read More..
Ketua Komisi A DPRA, Adnan Beuransyah menyebutkan, meskipun KIP telah menetapkan jadwal Pimilukada akan digelar pada 14 November 2011, namun DPRA akan berpatokan pada Undang-undang Pemerintah Aceh.
Seharusnya, kata Adnan, KIP menunggu surat pemberitahuan dari DPRA tentang berakhirnya masa jabatan Gubernur, sebelum menetapkan tahapan Pemilukada. Masa jabatan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh berakhir pada 8 Februari 2012.
Menurutnya, DPRA baru akan mengeluarkan surat itu setelah Qanun Pemilukada selesai digarap. Pembentukan Panwaslu yang bertugas mengawasi jalannya tahapan Pemilukada juga akan dilakukan setelah Qanun kelar.
"Semua tahapan harus dijalankan sesuai dengan UUPA sebagai kekhususan Aceh. KIP tidak bisa menjalankannya sendiri," kata Adnan Beuransyah, saat dihubungi The Atjeh Post, Senin (30/5).
Menurut Adnan, Qanun Pemilukada hampir selesai dibahas di tingkat panitia khusus. Rencananya pertengahan bulan Juni, Qanun itu akan dibahas dalam rapat paripurna dewan, sebelum akhirnya disahkan. "Dalam menjalankan semuanya kita tetap berpatokan terhadap UUPA, jadi kita tidak ingin terburu-buru," ujarnya.
Dia mengaku tidak khawatir tahapan Pemilukada akan terganggu dengan belum dibentuknya Panwaslu. Lagi pula, kata Adnan, berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masih tujuh bulan lagi.
Sebelumnya Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Hukum, M Jaffar khawatir tahapan Pemilukada Aceh akan terganggu karena hingga kini Panwaslu belum dibentuk. Jika terus berlarut, tak ada lembaga yang dapat mengawasi kemungkinan terjadinya kecurangan, dan hasil pilkada pun rawan secara politik dan hukum.
"Keberadaan Panwas sangat diperlukan sejak proses tahapan pilkada ditetapkan, seperti mengawasi penggalangan dukungan oleh calon independen," katanya Kamis pekan lalu.
Pemerintah Aceh, kata Jafar, sudah mengonsultasikan persoalan ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bawaslu pun sudah mengirimkan surat kepada DPR Aceh. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari DPR Aceh atas surat Banwaslu tersebut.[] Read More..
Belum Ada PANWAS Jelang Pilkada Aceh
BANDA ACEH - Meskipun jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2011 sudah ditetapkan, namun hingga kini Panitia Pengawas Pemilu belum kunjung dibentuk oleh DPR Aceh.
Jika terus berlarut, tak ada lembaga yang dapat mengawasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan hasil pilkada pun rawan secara politik dan hukum.
"Saya kira persoalan yang paling krusial saat ini adalah panwas yang belum dibentuk sampai saat ini. Padahal, keberadaan panwas sangat diperlukan sejak proses tahapan pilkada ditetapkan, seperti mengawasi penggalangan dukungan oleh calon independen," kata Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Politik dan Hukum, M Jaffar di Banda Aceh usai rapat dengar pendapat Komisi A DPR Aceh dengan ulama se-Aceh yang membahas Rancangan Qanun Pilkada Aceh, Kamis (26/5/2011).
Berdasarkan aturan perundangan, DPR Aceh yang berwenang memilih anggota panwas pemilu di Aceh. Namun, penolakan sebagian besar kalangan di DPR Aceh terhadap jadwal Pilkada Aceh yang ditetapkan KIP Aceh membuat lembaga legislatif tersebut hingga saat ini belum mengadakan proses perekrutan.
Menurut Jaffar, ada tiga konsekuensi yang akan terjadi dalam Pilkada Aceh apabila panwas pemilu tak ada, yakni tak adanya pengawasan terhadap pelanggaran pilkada, lemahnya legitimasi politik atas hasil pilkada, dan rawan terjadinya gugatan hukum terhadap hasil-hasil pilkada.
Pemerintah Aceh, lanjut dia, sudah mengonsultasikan persoalan ini ke Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu). Banwaslu pun sudah mengirimkan surat kepada DPR Aceh. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari DPR Aceh atas surat Banwaslu tersebut.
Terkait persoalan itu, Banwaslu pernah menawarkan solusi untuk membentuk panwas tanpa melalui DPR Aceh. Namun, solusi tersebut terhitung sangat rawan gugatan karena berdasarkan aturan perundangan, DPR Aceh yang berwenang membentuknya.
"Saya kira yang lebih rasional adalah meminta Banwaslu sendiri turun tangan mengawasi pilkada di Aceh. Itu lebih masuk akal," ucap dia.
Ada 18 kepala daerah yang terdiri atas satu pasangan gubernur dan wakil gubernur, serta 17 bupati dan wali kota beserta wakilnya yang harus dipilih dalam Pilkada 2011 ini di Aceh.
Dalam rapat dengar pendapat dengan DPR Aceh, perwakilan ulama se-Aceh yang tergabung dalam Majelis Permusyawarahan Ulama (MPU) Aceh kabupaten dan kota di Aceh menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait Qanun Pilkada Aceh yang baru. Salah satunya adalah desakan agar DPR Aceh menerima ketentuan tentang calon independen ke dalam qanun pilkada.
Calon independen atau perseorangan adalah inti persoalan konflik antara Komisi Independen Pemilu Aceh (KIP) dengan sebagian besar kalangan di DPR Aceh hingga saat ini. DPR Aceh, terutama fraksi mayoritas, yakni Partai Aceh, menolak adanya calon independen dalam Pilkada Aceh. Namun, KIP menerima calon independen karena Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa calon independen dapat mengikuti pemilu di Aceh.
"Putusan MK itu harus disikapi secara arif dan bijaksana oleh DPR Aceh. Ini harus diterima karena kalau tidak dapat menimbulkan masalah," ujar Ketua MPU Lhokseumawe, Tengku Asnawi Abdullah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi DPR Aceh, Abdullah Saleh mengatakan menerimanya sebagai masukan. DPR Aceh juga masih akan meminta pendapat dari elemen masyarakat lainnya. "Nantinya biar publik yang menilainya," kata dia.
Terkait panwas pemilu Aceh, Abdullah tak berkomentar. DPR Aceh saat ini masih fokus pada pembahasan Qanun Pilkada Aceh yang baru. Read More..
Jika terus berlarut, tak ada lembaga yang dapat mengawasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan hasil pilkada pun rawan secara politik dan hukum.
"Saya kira persoalan yang paling krusial saat ini adalah panwas yang belum dibentuk sampai saat ini. Padahal, keberadaan panwas sangat diperlukan sejak proses tahapan pilkada ditetapkan, seperti mengawasi penggalangan dukungan oleh calon independen," kata Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Politik dan Hukum, M Jaffar di Banda Aceh usai rapat dengar pendapat Komisi A DPR Aceh dengan ulama se-Aceh yang membahas Rancangan Qanun Pilkada Aceh, Kamis (26/5/2011).
Berdasarkan aturan perundangan, DPR Aceh yang berwenang memilih anggota panwas pemilu di Aceh. Namun, penolakan sebagian besar kalangan di DPR Aceh terhadap jadwal Pilkada Aceh yang ditetapkan KIP Aceh membuat lembaga legislatif tersebut hingga saat ini belum mengadakan proses perekrutan.
Menurut Jaffar, ada tiga konsekuensi yang akan terjadi dalam Pilkada Aceh apabila panwas pemilu tak ada, yakni tak adanya pengawasan terhadap pelanggaran pilkada, lemahnya legitimasi politik atas hasil pilkada, dan rawan terjadinya gugatan hukum terhadap hasil-hasil pilkada.
Pemerintah Aceh, lanjut dia, sudah mengonsultasikan persoalan ini ke Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu). Banwaslu pun sudah mengirimkan surat kepada DPR Aceh. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari DPR Aceh atas surat Banwaslu tersebut.
Terkait persoalan itu, Banwaslu pernah menawarkan solusi untuk membentuk panwas tanpa melalui DPR Aceh. Namun, solusi tersebut terhitung sangat rawan gugatan karena berdasarkan aturan perundangan, DPR Aceh yang berwenang membentuknya.
"Saya kira yang lebih rasional adalah meminta Banwaslu sendiri turun tangan mengawasi pilkada di Aceh. Itu lebih masuk akal," ucap dia.
Ada 18 kepala daerah yang terdiri atas satu pasangan gubernur dan wakil gubernur, serta 17 bupati dan wali kota beserta wakilnya yang harus dipilih dalam Pilkada 2011 ini di Aceh.
Dalam rapat dengar pendapat dengan DPR Aceh, perwakilan ulama se-Aceh yang tergabung dalam Majelis Permusyawarahan Ulama (MPU) Aceh kabupaten dan kota di Aceh menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait Qanun Pilkada Aceh yang baru. Salah satunya adalah desakan agar DPR Aceh menerima ketentuan tentang calon independen ke dalam qanun pilkada.
Calon independen atau perseorangan adalah inti persoalan konflik antara Komisi Independen Pemilu Aceh (KIP) dengan sebagian besar kalangan di DPR Aceh hingga saat ini. DPR Aceh, terutama fraksi mayoritas, yakni Partai Aceh, menolak adanya calon independen dalam Pilkada Aceh. Namun, KIP menerima calon independen karena Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa calon independen dapat mengikuti pemilu di Aceh.
"Putusan MK itu harus disikapi secara arif dan bijaksana oleh DPR Aceh. Ini harus diterima karena kalau tidak dapat menimbulkan masalah," ujar Ketua MPU Lhokseumawe, Tengku Asnawi Abdullah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi DPR Aceh, Abdullah Saleh mengatakan menerimanya sebagai masukan. DPR Aceh juga masih akan meminta pendapat dari elemen masyarakat lainnya. "Nantinya biar publik yang menilainya," kata dia.
Terkait panwas pemilu Aceh, Abdullah tak berkomentar. DPR Aceh saat ini masih fokus pada pembahasan Qanun Pilkada Aceh yang baru. Read More..
Calon Walikota Langsa Beredar
Langsa – Menjelang pemilihan kepala daerah di Aceh, yang akan digelar Oktober mendatang, di Kota langsa sejumlah nama bermunculan untuk bakal calon Walikota. Namun belum ada satu partai pun yang telah mengumumkan pasangan calon.
Tokoh Pemuda Langsa, Umri Prajamuda, mengakui hal tersebut. Menurutnya, sudah banyak calon yang didengar namanya beredar. Namun dia punya harapan, walikota sebaiknya putra daerah setempat, bukan orang dari luar. “Itu harapan kita, bukan tidak menghargai orang lain tapi ini sangat penting demi kemajuan Kota Langsa ke depan,” kata Umri, Minggu (24/04).
Pantauan The Atjeh Post, nama yang beredar umumnya adalah tokoh-tokoh yang cukup dikenal masyarakat setempat. Misalnya Zulkifli Zainon, politisi Golkar yang masih menjabat sebagai Wali Kota Langsa. Dia dianggap calon kuat yang akan maju lagi.
Calon lain yang muncul ke publik adalah Jauhari, Ketua Nasional Demokrat Kota Langsa. Kemudian ada nama Saifuddin, staf penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta yang diisukan akan berpasangan dengan Tokoh GAM dan naik melalui jalur Independen.
Sementara itu masih ada nama Zulham, yang gagal menjadi Walikota Langsa periode lalu. Beredar kabar dia akan menggaet Syahyuzal AK wakil DPRK Kota Langsa dari Partai Demokrat, sebagai wakilnya.
Syarifuddin, wakil walikota sekarang juga hangat dibicarakan masyarakat akan maju. Dari mantan kombatan, muncul nama Usman Abdullah alias Toke Seu Um, yang kini sebagai anggota DPR Aceh. “Kemungkinan Toke Seu Um jadi naik, tapi wakil belum ditentukan, sedang dilihat dulu mana yang cocok,” ujar salah satu politisi Partai Aceh. [] Read More..
Tokoh Pemuda Langsa, Umri Prajamuda, mengakui hal tersebut. Menurutnya, sudah banyak calon yang didengar namanya beredar. Namun dia punya harapan, walikota sebaiknya putra daerah setempat, bukan orang dari luar. “Itu harapan kita, bukan tidak menghargai orang lain tapi ini sangat penting demi kemajuan Kota Langsa ke depan,” kata Umri, Minggu (24/04).
Pantauan The Atjeh Post, nama yang beredar umumnya adalah tokoh-tokoh yang cukup dikenal masyarakat setempat. Misalnya Zulkifli Zainon, politisi Golkar yang masih menjabat sebagai Wali Kota Langsa. Dia dianggap calon kuat yang akan maju lagi.
Calon lain yang muncul ke publik adalah Jauhari, Ketua Nasional Demokrat Kota Langsa. Kemudian ada nama Saifuddin, staf penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta yang diisukan akan berpasangan dengan Tokoh GAM dan naik melalui jalur Independen.
Sementara itu masih ada nama Zulham, yang gagal menjadi Walikota Langsa periode lalu. Beredar kabar dia akan menggaet Syahyuzal AK wakil DPRK Kota Langsa dari Partai Demokrat, sebagai wakilnya.
Syarifuddin, wakil walikota sekarang juga hangat dibicarakan masyarakat akan maju. Dari mantan kombatan, muncul nama Usman Abdullah alias Toke Seu Um, yang kini sebagai anggota DPR Aceh. “Kemungkinan Toke Seu Um jadi naik, tapi wakil belum ditentukan, sedang dilihat dulu mana yang cocok,” ujar salah satu politisi Partai Aceh. [] Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)